Berapa trader Forex yang untung? Data ESMA dan KNF

Verifikasi terakhir: · Ditinjau setiap kuartal
Peringatan risiko · YMYL Artikel ini bersifat edukatif semata dan bukan merupakan saran investasi. Perdagangan di pasar Forex melibatkan risiko tinggi kehilangan modal — ESMA menyatakan bahwa antara 74% hingga 89% akun investor ritel mengalami kerugian.

Pertanyaan yang paling sering saya dengar dari seseorang yang mempertimbangkan pasar Forex adalah ini: berapa banyak orang yang sebenarnya berhasil menghasilkan uang dari sini? Jawabannya bukan soal opini atau cerita dari forum — data keras dari dua regulator sudah tersedia. Pengawas keuangan Polandia menerbitkannya setiap tahun, dan otoritas Eropa menetapkannya dalam keputusan hukum tahun 2018. Angka-angka itu saling mendukung, dan tidak nyaman untuk dibaca: tahun demi tahun, antara tujuh puluh hingga delapan puluh persen klien aktif mengakhiri perdagangan dengan kerugian. Dalam artikel ini saya akan menunjukkan dari mana statistik ini berasal, mengapa mayoritas merugi, dan apa yang membedakan minoritas yang menguntungkan.

Apa yang sebenarnya ditunjukkan data KNF

Otoritas Pengawas Keuangan Polandia (KNF — Komisja Nadzoru Finansowego) setiap tahun mengumpulkan hasil realisasi klien dari rumah-rumah pialang domestik dan menerbitkannya dalam laporan tentang hasil klien di pasar Forex. Metodologinya sengaja dibuat sederhana: mengambil saldo setiap klien pada akhir tahun kalender, yang berasal dari perdagangan yang benar-benar ditutup selama tahun tersebut. Ini bukan estimasi atau survei — ini adalah total akun nyata dari orang-orang sungguhan yang berdagang di perusahaan yang diawasi. Perlu ditambahkan bahwa KNF mengartikan "pasar Forex" secara luas, yaitu seluruh pasar derivatif over-the-counter, bukan hanya pasangan mata uang.

Gambaran selama lima tahun berturut-turut sangat konsisten. Pada 2021, 71,9 persen klien aktif mengakhiri tahun dengan kerugian; pada 2022 angkanya mencapai 79,1 persen; pada 2023 sebesar 73,3 persen; pada 2024 sebesar 70,6 persen; dan pada 2025 sebesar 72,2 persen. Rata-rata hasil klien aktif negatif di setiap tahun tersebut. Pada 2025, total nilai kerugian klien hampir empat kali lipat total nilai keuntungan mereka — ini bukan pasar di mana kemenangan dan kekalahan saling menyeimbangkan. Perlu dicatat juga bahwa klien ritel menyumbang 99,9 persen dari semua klien aktif, sehingga angka-angka ini terutama menggambarkan investor individu biasa, bukan institusi.

Apa yang dikatakan ESMA dan mengapa ada persentase di halaman broker

European Securities and Markets Authority (ESMA) mencapai kesimpulan yang sama dengan menganalisis data dari banyak negara Uni Eropa sekaligus. Dalam keputusannya untuk membatasi kontrak untuk perbedaan (CFD) bagi klien ritel, yang diumumkan pada 27 Maret 2018, ESMA menyatakan bahwa, tergantung pada broker, antara tujuh puluh empat hingga delapan puluh sembilan persen akun ritel mengalami kerugian, dengan rata-rata kerugian per klien berkisar dari 1,600 hingga 29,000 euro. Rentang inilah — 74 hingga 89 persen — yang menjadi dasar peringatan risiko standar di Uni Eropa.

Itulah mengapa setiap broker Eropa yang menawarkan CFD diwajibkan untuk menampilkan persentase akun yang merugi miliknya sendiri di situs web mereka — biasanya untuk dua belas bulan terakhir. Di satu perusahaan Anda akan melihat 71 persen, di perusahaan lain 76 persen, karena masing-masing menghitung basis kliennya sendiri secara terpisah. Angka ini tidak boleh disembunyikan, dikecilkan, atau diganti dengan ungkapan yang samar. Ini adalah momen langka ketika industri secara hukum terpaksa menunjukkan kebenaran nyata tentang produknya sendiri — dan pelajaran paling murah yang bisa diperoleh investor baru secara gratis, sebelum menyetor satu rupiah pun. Perlu dipahami bahwa ketentuan ESMA ini berlaku di Uni Eropa; di Indonesia, broker pialang berjangka diawasi oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Mengapa mayoritas merugi

Alasannya dapat dihitung, bukan misteri. Pertama adalah biaya transaksi: setiap posisi dimulai dengan nilai ekspektasi negatif, karena klien membayar spread, sering kali juga komisi, dan pada posisi yang ditahan semalam ada biaya swap (rollover / biaya menginap). Jumlah yang tampaknya kecil ini terakumulasi setiap kali klik dilakukan. Bagi nasabah yang menginginkan perdagangan sesuai prinsip syariah, banyak broker kini menawarkan akun syariah (bebas swap) yang tidak mengenakan bunga rollover. Kedua adalah leverage (daya ungkit) yang berlebihan — alat yang memperbesar keuntungan sekaligus mempercepat kehancuran modal dalam ukuran yang sama. Beberapa gerakan pasar saja sudah cukup untuk menguras akun.

Alasan ketiga adalah terlalu banyak trading. Semakin sering Anda berdagang, semakin sering Anda membayar biaya dan semakin banyak peluang emosi mengambil keputusan untuk Anda. Keempat, dan yang paling mendasar, adalah tidak adanya edge yang teruji — banyak pemula membuka posisi berdasarkan firasat, berita utama, atau sinyal orang lain, tanpa tahu apakah pendekatan mereka memiliki nilai ekspektasi positif. Dan kelima, yang mengikat semuanya, adalah psikologi trading: mengejar kerugian, mencoba balas dendam ke pasar, dan keengganan mengakui kesalahan mengubah kerugian kecil yang terkendali menjadi kerugian besar. Mekanisme revenge trading bisa menghapus hasil satu kuartal dalam satu malam.

"Kebanyakan trader kehilangan uang karena mereka lebih memilih kehilangan uang daripada mengakui bahwa mereka salah." — Martin Schwartz, dalam Jack D. Schwager, *Market Wizards*, New York Institute of Finance, 1989

Apa yang membedakan minoritas yang menguntungkan

Hal terpenting yang dikatakan data adalah bahwa minoritas itu ada. Pada 2025, 27,8 persen klien aktif KNF mengakhiri tahun dengan keuntungan, dan pada 2024 angkanya mencapai 29,4 persen. Itu adalah minoritas nyata, bukan nol statistik. Perbedaannya bukan bahwa mereka bisa memprediksi pasar. Perbedaannya terletak pada empat hal, yang masing-masing bisa diukur dan dilatih.

Pertama, kontrol risiko pada satu perdagangan — mempertaruhkan sebagian kecil modal, bukan setengahnya, sehingga tidak ada kerugian yang bersifat fatal. Itulah fondasi yang saya uraikan dalam artikel tentang dasar-dasar manajemen risiko. Kedua, lebih sedikit perdagangan namun dengan kualitas lebih baik, bukan terus-menerus klik. Ketiga, edge yang teruji — pendekatan yang Anda ketahui secara historis menghasilkan hasil positif, bukan sekadar harapan. Keempat, disiplin, yaitu kemampuan mematuhi aturan Anda sendiri ketika emosi berteriak sebaliknya. Keempat elemen ini tidak menjamin keuntungan, tetapi menggeser Anda dari sisi default distribusi yang kalah ke sisi yang memperbaikinya.

Cara membaca angka-angka ini dengan bijak

Mudah terjebak dalam salah satu dari dua ekstrem. Yang pertama adalah penyangkalan — "statistik itu berlaku untuk orang lain, bukan saya." Yang kedua adalah fatalisme — "jika mayoritas merugi, tidak ada gunanya mencoba." Keduanya salah. Statistik menggambarkan suatu populasi, bukan vonis atas satu orang: statistik memberi tahu Anda di mana hasil default berada jika Anda tidak mengubah apa pun, tetapi tidak melarang Anda berada di pihak minoritas. Pertanyaan sesungguhnya bukanlah apakah Forex itu judi, maupun apakah Anda bisa menghidupi diri dari Forex — keduanya layak mendapat ulasan tersendiri.

Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah Anda siap memperlakukan ini sebagai keahlian dengan risiko yang terukur, atau sebagai taruhan. Data KNF dan ESMA adalah sekutu di sini, bukan musuh — mereka menunjukkan dengan tepat seperti apa rata-rata itu, sehingga Anda dapat memutuskan dengan sadar apa yang akan dilakukan secara berbeda. Anda juga dapat menemukan gambaran statistik pasar ritel yang lebih luas dalam bagian tentang regulasi di forexmechanics.com. Bagi trader di Indonesia, pastikan Anda menggunakan broker atau pialang berjangka yang berizin BAPPEBTI; waspadai broker luar negeri yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang di Indonesia. Keuntungan dari trading umumnya dikenai Pajak Penghasilan (PPh) dan wajib dilaporkan melalui SPT Tahunan — konsultasikan dengan konsultan pajak untuk tarif dan perlakuan yang sesuai situasi Anda, karena regulasi pajak bisa berbeda tergantung kondisi.

Apa yang harus dilakukan mulai sekarang

  1. Temukan persentase akun yang merugi di broker Anda. Buka halaman utama perusahaan tempat Anda memiliki atau berencana membuka akun, dan cari peringatan risiko di bagian footer. Catat angka itu di selembar kertas — ini bukan iklan, melainkan distribusi nyata hasil klien yang akan Anda masuki begitu Anda membuka posisi pertama. Jika broker Anda beroperasi di Eropa, angka ini wajib ditampilkan secara hukum berdasarkan aturan ESMA 2018.
  2. Buka laporan KNF asli dan baca satu tabel. Cari laporan KNF tentang hasil klien pasar Forex, buka dokumennya, dan temukan baris dengan persentase klien yang merugi untuk tahun terbaru. Melihat angka dalam dokumen regulator, bukan dalam ringkasan orang lain, akan memberikan kesan yang sama sekali berbeda pada pemikiran Anda — karena datanya tidak bisa dikontestasi dengan mudah.
  3. Hitung total biaya transaksi Anda sejauh ini. Jika Anda sudah berdagang, buka riwayat perdagangan bulan lalu dan jumlahkan semua spread, komisi, dan biaya swap yang Anda bayarkan. Bandingkan jumlah itu dengan hasil Anda secara keseluruhan — seringkali ternyata jumlah yang diserahkan ke broker lebih besar dari total kerugian atau total keuntungan selama periode itu.
  4. Tetapkan satu batas risiko dan tuliskan. Tentukan persentase maksimum modal yang bersedia Anda tanggung dalam satu perdagangan tunggal, lalu tempel di atas monitor atau tulis dalam jurnal trading Anda. Menjaga risiko tetap rendah tidak meningkatkan tingkat kemenangan Anda, tetapi ini adalah satu variabel yang menentukan apakah Anda bertahan cukup lama hingga sebuah edge mulai bekerja — dan apakah modal Anda masih ada ketika momen itu tiba.
Jarosław Wasiński
Tentang penulis

Jarosław Wasiński

Pemimpin redaksi MyBank.pl · Analis keuangan dan pasar

Analis dan praktisi independen dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor keuangan. Pendiri dan pemimpin redaksi portal MyBank.pl yang beroperasi sejak 2004. Analisis fundamental pasar valuta asing dan makroekonomi sejak 2007. Menulis dari perspektif pasar global dengan perhatian pada kerangka regulasi ESMA dan BAPPEBTI.

Sumber dan referensi

  1. Urząd Komisji Nadzoru Finansowego Wyniki klientów na rynku Forex za rok 2024 · Doroczny raport UKNF o zrealizowanych wynikach aktywnych klientów rynku forex: odsetek klientów stratnych (70,6% w 2024 r.), średni wynik na klienta oraz łączne zyski i straty. www.knf.gov.pl ↗
  2. Urząd Komisji Nadzoru Finansowego Wyniki klientów na rynku Forex za rok 2022 · Komunikat UKNF z danymi za rok 2022, w którym stratę poniosło 79,1% aktywnych klientów — najwyższy odsetek w pięcioletnim szeregu 2021–2025. www.knf.gov.pl ↗
  3. European Securities and Markets Authority ESMA agrees to prohibit binary options and restrict CFDs to protect retail investors · Komunikat ESMA z 27 marca 2018 r.: analizy krajowych nadzorców wykazały, że od 74% do 89% rachunków detalicznych CFD jest stratnych, ze średnią stratą od 1 600 do 29 000 euro na klienta. www.esma.europa.eu ↗
  4. New York Institute of Finance Market Wizards: Interviews with Top Traders · Wywiady Jacka Schwagera z czołowymi traderami, w tym diagnoza Martina Schwartza, dlaczego większość traderów detalicznych przegrywa — źródło cytatu w tekście. www.goodreads.com ↗

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah angka 70–80 persen klien merugi ini berasal dari iklan broker atau dari regulator?

Angka ini berasal dari regulator, bukan dari pemasaran. Otoritas Pengawas Keuangan Polandia (KNF) mengumpulkan hasil realisasi klien dari rumah-rumah pialang domestik setiap tahun dan menerbitkannya dalam laporan tentang hasil klien pasar Forex. Metodologinya sederhana — mengambil saldo setiap klien pada akhir tahun kalender, dari perdagangan yang benar-benar ditutup. Dalam rangkaian data 2021 hingga 2025, persentase klien yang mengakhiri tahun dengan kerugian berkisar antara 70,6 hingga 79,1 persen. Peringatan risiko yang Anda lihat di halaman broker, pada gilirannya, didasarkan pada data ESMA dan statistik perusahaan itu sendiri, yang juga dilaporkan ke regulator. Dengan kata lain: angka itu berasal dari catatan regulator, bukan dari brosur penjualan. Di Indonesia, perdagangan Forex ritel diawasi oleh BAPPEBTI dan OJK — pilih pialang berjangka yang berizin resmi.

Mengapa persentase klien yang merugi sangat mirip dari tahun ke tahun?

Karena penyebab kerugian bersifat struktural, bukan acak. Apakah pasar naik atau turun dalam suatu tahun tertentu, klien ritel memulai setiap perdagangan dengan nilai ekspektasi negatif: mereka membayar spread, kadang komisi, dan pada posisi yang ditahan semalam ada biaya swap (rollover). Tambahkan leverage berlebihan dan terlalu banyak perdagangan, yang melipatgandakan biaya-biaya tersebut. Itulah mengapa distribusi hasil stabil — dalam data KNF persentase kerugian berada dalam kisaran sempit sekitar 71 hingga 79 persen, dan dalam data ESMA 2018 antara 74 hingga 89 persen. Yang berubah adalah seberapa banyak klien individu rata-rata menang atau kalah, tetapi proporsi siapa yang mengakhiri tahun dengan hasil positif tetap sangat konsisten.

Jika mayoritas merugi, apakah itu berarti menghasilkan keuntungan di Forex adalah hal yang mustahil?

Tidak. Data mengatakan mayoritas merugi, bukan bahwa tidak ada yang menghasilkan uang. Setiap laporan tahunan KNF berisi kelompok klien yang mengakhiri tahun dengan keuntungan — pada 2025 jumlahnya mencapai 27,8 persen klien aktif, dan pada 2024 sebanyak 29,4 persen. Itu adalah minoritas nyata, bukan nol statistik. Perbedaannya bukan bahwa orang-orang ini menebak pasar, melainkan bahwa mereka mengontrol risiko pada setiap perdagangan, berdagang lebih jarang, dan mengandalkan edge yang teruji daripada firasat belaka. Statistik menggambarkan populasi — bukan vonis atas satu orang. Tugas Anda bukan mengalahkan rata-rata dengan keajaiban, tetapi dengan sengaja menempatkan diri di sisi yang memperbaikinya — melalui risiko rendah, seleksi perdagangan, dan kesabaran.

Apa sebenarnya arti persentase dalam peringatan risiko broker?

Ini adalah persentase akun ritel broker tertentu itu yang mengalami kerugian dalam periode pengukuran terbaru, biasanya dua belas bulan terakhir. Persyaratan ini berasal dari intervensi produk ESMA 2018 dan mengikat setiap perusahaan yang menawarkan CFD kepada klien ritel di Uni Eropa. Itulah mengapa satu broker menampilkan, katakanlah, 71 persen dan broker lain 76 persen — masing-masing menghitung basis kliennya sendiri dan memperbarui angkanya. Angka ini tidak boleh disembunyikan, dikecilkan, atau diganti dengan frasa yang samar. Ketika Anda melihat persentase spesifik di halaman utama, Anda sedang membaca distribusi aktual hasil klien perusahaan itu, bukan slogan pemasaran — salah satu dari sedikit momen ketika industri secara hukum diwajibkan menunjukkan kebenaran keras tentang produknya sendiri. Ketentuan ini berlaku di Uni Eropa; di Indonesia, BAPPEBTI dan OJK mengawasi sektor ini.

Pelajari lebih lanjut · panduan lengkap